User Name Password Register Forgot Password.!?

menu
Get the Flash Player to see this rotator.

Home | Kisah | Ibrahim Al Khawwas

Sabtu, 2 Juli 2011 09:18:37 - kirim | cetak
Ibrahim Al Khawwas

Al Qusyairi meriwayatkan dari Hamid Al Aswad berkata: "Pernah aku berjalan dengan bersama Ibrahim Al Khawwas di suatu dusun selama tujuh hari dalam keadaan serba kekurangan. Pada hari ketujuh aku rasa badanku lemas dan aku segera duduk. Ibrahim Al Khawwas segera menoleh kepadaku dan bertanya: "Apakah gerangan yang menyebabkan kamu duduk?" Kujawab: "Aku tak kuasa meneruskan perjalanan". Tanya Ibrahim:"Apakah yang lebih kamu senangi air ataukah makanan?" Jawabku:"Air". Jawab Ibrahim:"Air ada di belakangmu". Ketika aku menoleh ke belakang aku dapatkan mata air yang jernih airnya dan aku segera mandi dan minum sampai puas. Setelah puas akupun hendak mengambilnya sebagai bekal dalam perjalanan itu, namun Ibrahim berkata:"Jangan mengambil air itu sebagai bekal".

 

Ibrahim Al Khawwas bercerita tentang dirinya:"Pernah aku berjalan di suatu dusun. Ketika aku hendak berteduh di bawah pohon yang ada di dekat mata air, tiba-tiba kudapatkan ada seekor singa besar yang menuju aku berjalan dengan pincang. Setelah dekat kepadaku ia duduk di hadapanku dengan meletakkan tangannya di atas pahaku. Waktu kuperiksa tangan singa kulihat ada luka yang mengeluarkan darah dan nanah. Aku ambilkan ranting kayu dan kubersihkan nanah dan darah yang ada pada lukanya kemudian aku balut dengan kain. Setelah itu singa itu kulepas dan menghilang. Namun tidak lamapun ia datang lagi dengan membawa kedua anaknya yang masih kecil sambil memberikan dua potong roti".

 

Ibrahim Al Khawwas pernah bercerita: "Dalam suatu perjalanku di Hejaz pernah aku merasa haus hingga badanku lemah. Sedangkan aku mencari-cari air ke sana ke mari namun tidak kudapatkan setetespun. Tiba-tiba aku bertemu dengan seorang pemuda tampan yang mengendarai seekor kuda yang tampan pula. Pemuda itu memakai jubah hijau dan serban kuning. Kemudian ia menyodorkan padaku sebuah bejana terbuat dari emas yang berisi air minum. Setelah kuminum dengan puas pemuda itu menyuruhku membonceng di belakang kendaraannya. Kami berdua mengendarai keduanya sambil sampai di perbatasan kota Madinah. Kemudian ia bertanya kepadaku:"Apakah yang kamu lihat?" Jawabku:"Kami sampai di Madinah". Kata pemuda itu:"Turunlah di sini katakan pada Rasulullah SAW bahwa saudaramu Hidir kirim salam buat Engkau ya Rasulullah".

Berita "Kisah" Lainnya