User Name Password Register Forgot Password.!?

menu
Get the Flash Player to see this rotator.

Home | Akidah | Siapakah Ahlussunnah Wal Jama’ah?

Kamis, 8 September 2011 10:19:28 - kirim | cetak
Siapakah Ahlussunnah Wal Jama’ah?

       Ahlussunnah Wal Jama'ah adalah golongan mayoritas umat Muhammad, mereka adalah para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dalam dasar-dasar aqidah. Merekalah yang dimaksud oleh hadits Rasulullah shallallu ‘alayhi wasallam:

 

 فمن أراد بحبوحة الجنة فليلزم الجماعة" رواه الترمذي . . ."

 

Maknanya : "... maka barang siapa yang meninginginkan tempat lapang di surge hendaklah berpegang teguh pada al Jama'ah; yakni berpegang teguh pada aqidah al Jama'ah". (Hadits ini dishahihkan oleh al Hakim, dan at-Tirmidzi mengatakan hadits hasan shahih)

 

Setelah tahun 260 H menyebarlah bid'ah Mu'tazilah, Musyabbihah dan lainnya. Maka dua Imam yang agung Abu al Hasan al Asy'ary (W 324 H) dan Abu Manshur al Maturidi (W 333 H) -semoga Allah meridhai keduanya- menjelaskan aqidah Ahlussunnah Wal Jama'ah yang diyakini para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka, dengan mengemukakan dalil-dalil naqli (nash-nash al Qur'an dan al hadits) dan ‘aqli (argument rasional) disertai dengan bantahan-bantahan terhadap syubhah-syubhah (sesuatu yang dilontarkan untuk mengaburkan hal yang sebenarnya) Mu'tazilah, Muyabbihah dan lainnya, sehingga Ahlussunnah Wal Jama'ah dinisbatkan kepada keduanya. Mereka (Ahlussunnah) akhirnya dikenal dengan nama al Asy'ariyyun (para pengikut al Asy'ari) dan al Maturidiyyun (para pengikut al Maturidi). Jalan yang ditempuh oleh al Asy'ari dan al Maturidi dalam pokok-pokok aqidah adalah sama dan satu.

 

Al Hafizh Murtadla az-Zabidi (W 1205 H) dalam al Ithaf juz II hlm. 6, mengatakan: "Pasal Kedua: "Jika dikatakan Ahlussunnah Wal Jama'ah maka yang dimaksud adalah al Asy'ariyyah dan al Maturidiyyah". Mereka adalah ratusan juta ummat Islam  (golongan mayoritas). Mereka adalah para pengikut madzhab Syafi'i, para pengikut madzhab Maliki, para pengikut madzhab Hanafi dan orang-orang utama dari madzhab Hanbali (Fudhala' al Hanabilah). Sedangkan Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam telah memberitahukan bahwa mayoritas ummatnya tidak akan sesat. Alangkah beruntungnya orang yang senantiasa mengikuti mereka.

 

Maka diwajibkan untuk penuh prhatian dan keseriusan dalam mengetahui aqidah al Firqah an-Najiyah yang merupakan golongan mayoritas, karena ilmu aqidah adalah ilmi yang paling mulia disebabkan ia menjelaskan pokok atau dasar agama. Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam ditanya tentang sebaik-baik perbuatan, beliau menjawab :

 

إيــمان بالله ورسوله" رواه البخري"

Maknanya : "Iman kepada Allah dan Rasul-Nya" (H.R. al Bukhari)

 

Telah banyak para ulama yang menulis kitab-kitab khusus mengenai penjelasan aqidah Ahlussunnah Wal Jama'ah seperti Risalah al ‘Aqidah ath-Thahawiyah karya al Imam as-Salafi Abu Ja'far ath-Thahawi (W 321 H), kitab al ‘Aqidah an Nasafiyyah karangan al Imam ‘Umar an-Nasafi (W 537 H), al ‘Aqidah al Mursyidah karangan al Imam Fakhr ad-Din ibn ‘Asakir (W 630 H), al ‘Aqidah ash-Shalahiyyah yang ditulis oleh al Imam Muhammad ibn Hibatillah al Makki (W 599 H); beliau menamakannya Hadaiq al Fushul wa Jawahir al Ushul, kemudian menghadiahkan karyanya ini kepada Sultan Shalahuddin al Ayyubi (W 589 H)-semoga Allah meridhainya-, beliau sangat tertarik dengan buku tersebut sehingga memerintahkan untuk diajarkan sampai kepada anak-anak kecil di madrasah-madrasah, sehingga buku tersebut kemudian dikenal dengan sebutan al ‘Aqidah ash-Shalahiyyah.

 

Sultan Shalahuddin adalah seorang ‘alim yang bermadzhab Syafi'i, mempunyai perhatian khusus dalam menyebarkan al ‘Aqidah as-Sunniyyah. Beliau memerintahkan para muadzin untuk mengumandangkan al ‘Aqidah as-Sunniyyah di waktu tasbih (sebelum adzan Shubuh) pada setiap malam di Mesir, seluruh Negara Syam (Syiria, Yordania, Palestina, dan Lebanon), Mekkah dan Madinah, sebagaimana dikemukakan oleh al Hafizh as-Suyuthi (W 911 H) dalam al Wasa'il ila Musawarah al Awa-il dan lainnya. Sebagaimana banyak terdapat buku-buku yang telah dikarang dalam menjelaskan al ‘Aqidah as-Sunniyyah dan senantiasa penulisan itu terus berlangsung.

Berita "Akidah" Lainnya