User Name Password Register Forgot Password.!?

menu
Get the Flash Player to see this rotator.

Home | Berita Terkini | Pawai Tahun Baru Islam 1435 H bersama Roudhotussalaf

Kamis, 7 November 2013 17:18:46 - kirim | cetak
Pawai Tahun Baru Islam 1435 H bersama Roudhotussalaf

 

Ribuan umat muslim menggelar pawai ta'aruf dalam rangka memperingati 1 Muharam, tahun 1435 Hijriyyah di Alun-alun Bangil Kabupaten Pasuruan. Dalam kesempatan itu, Majelis Maulid Watta'lim Roudhotusslaf turut serta mensyi'arkan momen penting ini dengan mendemokan melalui spanduk-spanduk yang meneriakkan anti aliran sesat seperi Syi'ah, Wahabi atau lainnya yang menyimpang dari ajaran Ahlus Sunnah Wal-Jama'ah.  


Dalam pawai berjalan kaki mengelilingi Kota Bangil ini juga mendapat pengawalan ketat dari petugas kepolisian. Sedikitnya 640 personel kepolisian, 300 personel Brimob Polda Jatim di antaranya ditempatkan di sejumlah titik yang dianggap rawan terjadi konflik. Bahkan Waka Polda Jatim, Brigjend Moechgiyarto turun langsung ke Bangil untuk memantau jalannya pawai taaruf itu.

Sebelum acara pawai dimulai, pimpinan Majelis Maulid Watta'lim Roudhotussalaf, Habib Umar bin Abdullah Assegaf memulai terlebih dahulu dengan acara Maulid dan doa di masjid Jami' Bangil agar mendapat berkah sholawat dari Sahibul Hijrah, Nabi Muhammad shallahu ‘alaihi wa sallam dan mendapat lindungan Allah dari segala virus-virus ajaran sesat seperti Syi'ah, Wahabi dan lainnya.  

KH Nurcholis Mursytari Ketua Jami'ah Aswaja, mengungkapkan, pawai taaruf ini merupakan kegiatan rutin yang tujuannya untuk mensyiarkan agama Islam. Sedikitnya 2.700 peserta dari berbagai wilayah di sekitar Bangil berperan serta dalam pawai menyambut tahun baru hijriyah tersebut.

Menurut KH Nurcholis, pada pawai taaruf tersebut pihaknya juga mengingatkan akan ancaman ajaran syiah yang menyesatkan. Karenanya, pihaknya menyerukan agar umat muslim membentengi diri dari ajaran agama yang telah dinyatakan aliran sesat oleh Gubernur Jatim itu.

"Kota Bangil adalah sentral dari kegiatan ajaran syiah. Kami tidak ingin ajaran sesat ini merasuki kehidupan masyarakat," kata KH Nurcholis, Selasa (5/11/2013).

Dari beberapa kasus konflik antar golongan di beberapa tempat, lanjut KH Nurcholis, diindikasikan bersumber dari kelompok syiah di Kota Bangil. Hal ini terjadi karena Kota Bangil merupakan pusat kegiatan ajaran syiah terbesar se Asia Tenggara.

"Sumber kerusuhan di beberapa tempat berasal dari Bangil. Kami ingin agar pusat kegiatan syiah ini dipindahkan dari Bangil," tandasnya.

Berita "Berita Terkini" Lainnya